Implikasi Logika
Saturday, May 10, 2014
Implikasi Logik
Implikasi adalah Misalkan ada 2 pernyataan p dan q, untuk menunjukkan atau membuktikan bahwa jika p bernilai benar akan menjadikan q bernilai benar juga, diletakkan kata “JIKA” sebelum pernyataan pertama lalu diletakkan kata “MAKA” sebelum pernyataan kedua sehingga didapatkan suatu pernyataan majemuk yang disebut dengan “IMPLIKASI/PERNYATAAN BERSYARAT/KONDISIONAL/ HYPOTHETICAL
dengan notasi “”.
Notasi p q dapat dibaca :
1. Jika p maka q
2. q jika p
3. p adalah syarat cukup untuk q
4. q adalah syarat perlu untuk p
Tabel kebenaran implikasi
p q p q
T T T
T F F
F T T
F F T
B. Contoh Implikasi
• Contoh ke-1
p : Pak Ali adalah seorang haji.
q : Pak Ali adalah seorang muslim.
p _ q : Jika Pak Ali adalah seorang haji maka pastilah dia seorang muslim.
Implikasi dari p ke q dinyatakan dengan, p>q, ialah proposisi yang bernilai salah
jika dan hanya jika p bernilai benar dan q bernilai salah.
Proposisi p disebut anteseden(premis/hipotesa) dan proposisi q disebut konsekuen(konklusi/kesimpulan).
• Contoh ke-2
a. Jika adik lulus ujian, maka ia mendapat hadiah dari ayah.
b. Jika suhu mencapai 80°C, maka alarm berbunyi.
c. Jika anda tidak mendaftar ulang, maka anda dianggap mengundurkan diri
Pernyataan berbentuk “jika p, maka q” semacam itu disebut proposisi bersyarat atau kondisional atau implikasi.
DEFINISI : Misalkan p dan q adalah proposisi. Proposisi majemuk “jika p, maka q”
disebut proposisi bersyarat (implikasi) dan dilambangkan dengan
p q
Proposisi p disebut hipotesis (atau antesenden atau premis atau kondisi) dan proposisi q disebut konklusi (atau konsekuen).
Sumber: http://miamiaw.blogspot.com/2009/10/makalah-tentangimplikasi-logik-logical.html
Hukum-Hukum Aljabar Proposisi
Saturday, May 10, 2014
Hukum-Hukum
Aljabar Proposisi
Setiap proposisi yang saling ekivalen dapat
dipertukarkan atau diganti antara satu dengan yang lainnya. Hukum-hukum aljabar
Proposisi adalah sebagai berikut:
a. Hukum
Idempoten (Idem)
- p∨p ek p
- p∧p ek p
b. Hukum Asosiatif
(As)
- (p∨q)∨r ek p∨(q∨r)
- (p∧q)∧r ek p∧(q∧r)
c. Hukum
Komutatif (Kom)
d. Hukum
Distributif (Dist)
- p∨(q∧r) ek (p∨q)∧(p∨r)
- p∧(q∨r) ek (p∧q)∨(p∧r)
e. Hukum
Identitas (Id)
- p∨F ek p
- p∨T ek T
- p∧F ek F
- p∧T ek p
f. Hukum
Komplemen (Komp)
- p∨∼p ek T
- p∧∼p ek F
- ∼(∼p) ek p
- ∼T ek F
g. Hukum
Transposisi (Trans)
·
p⇒q ek ∼q⇒∼p
h. Hukum
Implikasi (Imp)
·
p⇒q ek ∼p∨q
i.
Hukum Ekivalensi (Eki)
- p⇔q ek (p⇒q)∧(q⇒p)
- p⇔q ek (p∧q)∨(∼q∧∼p)
j.
Hukum Eksportasi (Eksp)
·
(p∧q)⇒r ek p⇒(q⇒r)
k. Hukum De
Morgan (DM)
- ∼(p∨q) ek ∼p∧∼q
- ∼(p∧q) ek ∼p∨∼q
Sumber: http://nurhavida.blogspot.com/2013/04/makalah-hukum-hukum-aljabar-proposisi.html
Pengertian Domain, Kodomain, Range
Saturday, May 10, 2014
Domain, Kodomain, dan Range
1. Pengertian Domain, Kodomain, Range
Domain disebut juga dengan daerah asal, kodomain daerah kawan sedangkan range adalah daerah hasil.
contoh : Diketahui himpunan P = { 1,2,3,4 } dan himpunan Q = { 2,4,6,8,10,12 }
Relasi dari himpunan P ke himpunan Q dinyatakan dengan " setengah dari ".
Jika relasi tersebut dinyatakan dengan himpunan pasangan berurutan menjadi :
{ (1,2),(2,4),(3,6),(4,8) }.
Relasi di atas merupakan suatu fungsi karena setiap anggota himpunan P mempunyai tepat satu kawan anggota himpunan Q.
Dari fungsi di atas maka :
Domain/daerah asal = himpunan P = { 1,2,3,4 }
Kodomain/daerah kawan = himpunan Q = { 2,4,6,8,10,12 }
Range/daerah hasil = { 2,4,6,8 }
Diagram Venn
Saturday, May 10, 2014
Diagram Venn
Diagram Venn atau diagram set adalah diagram yang menunjukkan semua kemungkinan hubungan logika dan hipotesis di antara sekelompok (set/himpunan/grup) benda/objek. Sebagai bagian ilmu matematika, diagram Venn ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1880 oleh John Venn untuk menunjukkan hubungan sederhana dalam topik-topik di bidang logika, probabilitas, statistik, linguistik dan ilmu komputer
Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Diagram_Venn
Relasi Invers
Saturday, May 10, 2014
Relasi Invers
A.
Definisi Relasi
Relasi adalah himpunan
bagian antara A(domain) dan B (kodomain)
atau relasi yang memasangkan setiap
elemen yang ada pada himpunan A secara
tunggal, dengan elemen yang pada B.
B. Macam Penyajian Relasi
Jika diketahui himpunan A = {0,
1, 2, 5}; B = {1, 2, 3, 4, 6}, maka relasi "satu kurangnya
dari" himpunan A ke himpunan B dapat disajikan dalam
diagram panah, diagram Cartesius, himpunan pasangan berurutan, dengan rumus dan
dengan matriks.
2. Diagram Cartesius
3.
Himpunan pasangan berurutan
R
= {(0, 1), (1, 2), (2, 3), (5, 6)}
4. Dengan
rumus
5.
Relasi dengan Matriks
Relasi
adalah Himpunan semua pasangan berurutan (a,b) dengan a€A dan b€B disebut
himpunan perkalian A dan B atau produk kartesius A dan B ditulis denga notasi A
x B dan didefinisikan sbb: A x B = {(a,b) :a€A, b€B}
Contoh:
Jika A = {1,2,3} dan B = {a,b}, maka A x
B = {(1,a), (2,a), (3,a), (1,b), (2,b), (3,b)} dan B x A = {(a,1), (a,2),
(a,3), (b,1), (b,2), (b,3)}
Matriks
adalah susunan scalar elemen-elemen dalam bentuk baris dan kolom.
Matriks A yang berukuran dari m baris dan n kolom (m x n) adalah:
Matriks bujursangkar adlah yang
berukuran n x n. Dalam praktek, kita lazim menuliskan matriks dengan notasi
ringkas A = [aij].
C. Jenis-jenis Relasi
1. Relasi Invers
2. Relasi Refleksif
3. Relasi Simetrik
4. Relasi Anti Simetrik
5. Relasi Transitif
6. Relasi Equivalen
Disini saya hanya akan membahas mengenai
Relasi Invers saja.
1. Relasi Invers
Misalkan R adalah relasi dari himpunan A
ke himpunan B. Invers dari R yang dinyatakan dengan R-1 adalah relasi dari B ke
A yang mengandung semua pasangan terurut yang bila dipertukarkan masih termasuk
dalam R. Ditulis dalam notasi himpunan sbb: R-1 = {(b,a): (a,b) R}
contoh:
A = {1,2,3}
A = {1,2,3}
B = {x,y}
R = {(1,x),
(1,y), (3,x)} relasi dari A ke B
R-1= {(x,1),
(y,1), (x,3)} relasi invers dari B ke A
Peran IPTEK Dalam Sosial Dan Budaya
Saturday, May 10, 2014
Peran IPTEK Dalam Sosial Dan Budaya
A. Dalam Bidang Sosial
kehidupan social dipengaruhi oleh kemajuan teknologi. Kebutuhan manusia akan pangan sangat dipengaruhi oleh kemajuan teknologi dalam bidang pertanian. Sedangkan kebutuhan akan komunikasi dipengaruhi oleh teknologinya, seperti media cetak , media elektronik selain untuk berkomunikasi , juga dapat memperluas wawasan. Kian majunya masyarakat yang di barengi dengan peningkatan jumlah penduduk, menyebabkan manusia sering kehilangan nilai etisnya dan mudah melakukan tindakan yang tercela dan melanggar hokum. Dampak positif IPTEK terhadap bidang social adalah :
a. meningkatkan rasa percaya diri.
b. Tekanan, kompetesi yg tajam , di berbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi glonalisasi, akan melahirkan generasi yg disiplin, tekun, dan pekerjha keras.
c. keefektifan biaya dan waktu
Memiliki dampak positif, pasti dalam bidang social juga IPTEK memiliki dampak yang negative yaitu :
a. Kenakalan dan tindakan penyimpangan dikalangan remaja
b. Melemahkan rasa gotong royong dan saling tolong menolong
c. Manusia menjadi malas
B. Bidang Budaya
Budaya atau kebudayaan adalah kerangka acuan bagi perilaku masyarakat pendukungnya yg berupa nilai-nilai yang berpengaruh sebagai kerangka untuk membentuk pandangan hidup manusia yg relative menetap dan dapat dilihat dari warga budaya itu untuk menentukan sikapnya terhadap berbagai gejala dan peristiwa kehidupan. Iptek yang semakin pesat, hendaknya kita harus menggunakan teknologi yang penting saja., jangan karena teknologi, semua menjadi terlupakan, baik itu waktu, kewajiban beribadah, sosialisasi di masyarakta sekitar. Iptek dalam bidang budaya ini memiliki dampak positive dan negative. Dampak positifnya adalah semakin berkembangnya daya pikir individu dalam suatu bidang, kemampuan individu dalam mencari dan mengumpulkan data untuk bahan diskusi dapat mereka dapatkan dengan cepat dan akurat melalui media berbasis teknologi. Dampak negative nya adalah penyalahgunaan media teknologi sebagai sarana pencarian yang tidak ada hubungannya dengan ilmu pengetahuan, memudarnya nilai-nilai asli bangsa.
Sumber: http://psikologismart.wordpress.com/2013/05/26/peran-iptek-dalam-sosial-dan-budaya/
Subscribe to:
Posts (Atom)


